Jaminan Rumah di Surga untuk 11 Amalan ini

Allah Subhanahu wa Ta'ala akan membangunkan Rumah di Surga untuk 11 Amalan ini

Allah Subhanahu wa Ta'ala akan membangunkan Rumah di Surga untuk 11 Amalan ini, diantaranya:

Pertama: Membangun masjid dengan ikhlas karena Allah

Dari Jabir bin โ€˜Abdillah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุจูŽู†ูŽู‰ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู‹ุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽู…ูŽูู’ุญูŽุตู ู‚ูŽุทูŽุงุฉู ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุตู’ุบูŽุฑูŽ ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

โ€œSiapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.โ€ (HR. Ibnu Majah, no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.

Hadits tentang keutamaan membangun masjid juga disebutkan dari hadits โ€˜Utsman bin โ€˜Affan. Di masa Utsman yaitu tahun 30 Hijriyah hingga khilafah beliau berakhir karena terbunuhnya beliau, dibangunlah masjid Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Utsman katakan pada mereka yang membangun sebagai bentuk pengingkaran bahwa mereka terlalu bermegah-megahan. Lalu Utsman membawakan sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ู…ูŽู†ู’ ุจูŽู†ูŽู‰ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู‹ุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู

โ€œSiapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.โ€ (HR. Bukhari, no. 450; Muslim, no. 533).
Kata Imam Nawawi rahimahullah, maksud akan dibangun baginya semisal itu di surga ada dua tafsiran:
1- Allah akan membangunkan semisal itu dengan bangunan yang disebut bait (rumah). Namun sifatnya dalam hal luasnya dan lainnya, tentu punya keutamaan tersendiri. Bangunan di surga tentu tidak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik dalam hati akan indahnya.
2- Keutamaan bangunan yang diperoleh di surga dibanding dengan rumah di surga lainnya adalah seperti keutamaan masjid di dunia dibanding dengan rumah-rumah di dunia. (Syarh Shahih Muslim, 5: 14)

Kedua: Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali

Dari Muโ€™adz bin Anas Al-Juhaniy radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ (ู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ) ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎู’ุชูู…ูŽู‡ูŽุง ุนูŽุดู’ุฑูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุงุชู ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ู‚ูŽุตู’ุฑุงู‹ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

โ€œSiapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.โ€ (HR. Ahmad, 3: 437. Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguat)

Ketiga: Mengerjakan shalat dhuha empat rakaโ€™at dan shalat sebelum Zhuhur empat rakaโ€™at

Dari Abu Musa radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ุถู‘ูุญูŽู‰ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู‹ุงุŒ ูˆูŽู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุฃููˆู„ูŽู‰ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู‹ุง ุจู†ูŠูŽ ู„ูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ุจูŽูŠู’ุชูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

โ€œSiapa yang shalat Dhuha empat rakaโ€™at dan shalat sebelum Zhuhur empat rakaโ€™at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.โ€ (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Awsath. Dalam Ash-Shahihah no. 2349 disebutkan oleh Syaikh Al-Albani bahwa hadits ini hasan)

Keempat: Mengerjakan 12 rakaโ€™at shalat rawatib dalam sehari

Dari Ummu Habibah โ€“istri Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, Rasulullah shallalahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงุซู’ู†ูŽุชูŽู‰ู’ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ููู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุจูู†ูู‰ูŽ ู„ูŽู‡ู ุจูู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูŽูŠู’ุชูŒ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

โ€œBarangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 rakaโ€™at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.โ€ (HR. Muslim, no. 728)
Dari โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุซูŽุงุจูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุซูู†ู’ุชูŽู‰ู’ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉู ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

โ€œBarangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas rakaโ€™at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas rakaโ€™at tersebut adalah empat rakaโ€™at sebelum  zhuhur, dua rakaโ€™at sesudah zhuhur, dua rakaโ€™at sesudah maghrib, dua rakaโ€™at sesudah โ€˜Isya, dan dua rakaโ€™at sebelum shubuh.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasaโ€™i, no. 1795. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kelima: Meninggalkan perdebatan

Keenam: Meninggalkan dusta

Ketujuh: Berakhlak mulia

Dari Abu Umamah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽู†ูŽุง ุฒูŽุนููŠู…ูŒ ุจูุจูŽูŠู’ุชู ููู‰ ุฑูŽุจูŽุถู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู„ูู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุกูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุญูู‚ู‘ู‹ุง ูˆูŽุจูุจูŽูŠู’ุชู ููู‰ ูˆูŽุณูŽุทู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู„ูู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุงุฒูุญู‹ุง ูˆูŽุจูุจูŽูŠู’ุชู ููู‰ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู„ูู…ูŽู†ู’ ุญูŽุณู‘ูŽู†ูŽ ุฎูู„ูู‚ูŽู‡ู

โ€œAku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.โ€ (HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Kedelapan: Mengucapkan alhamdulillah dan istirjaโ€™ (inna ilaihi wa innaa ilaihi raajiโ€™โ€™un) ketika anak kita wafat

Dari Abu Musa Al-Asyโ€™ari radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ูˆูŽู„ูŽุฏู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูู‡ู ู‚ูŽุจูŽุถู’ุชูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏูŽ ุนูŽุจู’ุฏูู‰. ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’. ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุจูŽุถู’ุชูู…ู’ ุซูŽู…ูŽุฑูŽุฉูŽ ููุคูŽุงุฏูู‡ู. ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’. ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽุงุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽุจู’ุฏูู‰ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุญูŽู…ูุฏูŽูƒูŽ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุฑู’ุฌูŽุนูŽ. ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงุจู’ู†ููˆุง ู„ูุนูŽุจู’ุฏูู‰ ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุณูŽู…ู‘ููˆู‡ู ุจูŽูŠู’ุชูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู

โ€œApabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada malaikat-Nya, โ€œKalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?โ€ Mereka berkata, โ€œBenar.โ€ Allah berfirman, โ€œKalian telah mencabut nyawa buah hatinya?โ€ Mereka menjawab, โ€œBenar.โ€ Allah berfirman, โ€œApa yang diucapkan oleh hamba-Ku saat itu?โ€ Mereka berkata, โ€œIa memujimu dan mengucapkan istirjaโ€™ (innaa lilaahi wa innaa ilaihi raajiโ€™uun).โ€ Allah berfirman, โ€œBangunkan untuk hamba-Ku di surga, dan namai ia dengan nama baitul hamdi (rumah pujian).โ€ (HR. Tirmidzi, no. 1021; Ahmad, 4: 415. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Kesembilan: Membaca doa masuk pasar

Dari Salim bin โ€˜Abdillah bin โ€˜Umar, dari bapaknya Ibnu โ€˜Umar, dari kakeknya (โ€˜Umar bin Al-Khattab), ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ุณู‘ููˆู‚ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠูƒู ู„ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูŠูุญู’ูŠูู‰ ูˆูŽูŠูู…ููŠุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุญูŽู‰ู‘ูŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽู…ููˆุชู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‰ู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑูŒ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ุฃูŽู„ู’ููŽ ุฃูŽู„ู’ูู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุญูŽุง ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู„ู’ููŽ ุฃูŽู„ู’ูู ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุฉู ูˆูŽุฑูŽููŽุนูŽ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽู„ู’ููŽ ุฃูŽู„ู’ูู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู

โ€œSiapa yang masuk pasar lalu mengucapkan, โ€œLaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiit wa huwa hayyun laa yamuut biyadihil khoir wahuwa โ€˜alaa kulli syain qodiir (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah yang memiliki kekuasaan dan segala pujian untuk-Nya.โ€ Allah akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta kejelekan, mengangkat untuknya sejuta derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 3428. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaโ€™if).
Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu โ€˜Umar radhiyallahu โ€˜anhuma, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ุณู‘ููˆู’ู‚ูŽ ููŽุจูŽุงุนูŽ ูููŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุงุดู’ุชูŽุฑูŽู‰ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ ูŽุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู…ู„ู’ูƒู ุŒ ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ุŒ ูŠูุญู’ูŠููŠ ูˆูŽูŠูู…ููŠู’ุชู ุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑ ุŒ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุฃูŽู„ู’ููŽ ุฃูŽู„ู’ูู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ุŒ ูˆูŽู…ูŽุญูŽุง ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู„ู’ููŽ ุฃูŽู„ู’ูู ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุฉู ุŒ ูˆูŽุจูŽู†ูŽู‰ ู„ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ูููŠ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

โ€œSiapa yang memasuki pasar lalu ia melakukan jual beli di dalamnya, lantas mengucapkan: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiit wa huwa โ€˜ala kulli syaiโ€™in qadir; maka Allah akan mencatat baginya sejuta kebaikan, akan menghapus darinya sejuta kejelekan dan akan membangunkan baginya rumah di surga.โ€ (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak, 1: 722)

Meskipun riwayatnya dhaโ€™if atau lemah namun karena kita diperintahkan berdzikir ketika orang itu lalai seperti kala di pasar, maka dzikir di atas masih boleh diamalkan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

โ€œุฅุฐุง ุชุถู…ู†ุช ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ูุถุงุฆู„ ุงู„ุถุนูŠูุฉ ุชู‚ุฏูŠุฑุงู‹ ูˆุชุญุฏูŠุฏุงู‹ ุ› ู…ุซู„ ุตู„ุงุฉ ููŠ ูˆู‚ุช ู…ุนูŠู† ุŒ ุจู‚ุฑุงุกุฉ ู…ุนูŠู†ุฉ ุŒ ุฃูˆ ุนู„ู‰ ุตูุฉ ู…ุนูŠู†ุฉ ุ› ู„ู… ูŠุฌุฒ ุฐู„ูƒ โ€“ ุฃูŠ ุงู„ุนู…ู„ ุจู‡ุง โ€“ ู„ุฃู† ุงุณุชุญุจุงุจ ู‡ุฐุง ุงู„ูˆุตู ุงู„ู…ุนูŠู† ู„ู… ูŠุซุจุช ุจุฏู„ูŠู„ ุดุฑุนูŠ ุŒ ุจุฎู„ุงู ู…ุง ู„ูˆ ุฑูˆูŠ ููŠู‡ : (ู…ูŽู† ุฏุฎู„ ุงู„ุณูˆู‚ ูู‚ุงู„ : ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูƒุงู† ู„ู‡ ูƒุฐุง ูˆูƒุฐุง) ูุฅู† ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุงู„ุณูˆู‚ ู…ุณุชุญุจ ุŒ ู„ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุจูŠู† ุงู„ุบุงูู„ูŠู† ุŒ ูุฃู…ุง ุชู‚ุฏูŠุฑ ุงู„ุซูˆุงุจ ุงู„ู…ุฑูˆูŠ ููŠู‡ ูู„ุง ูŠุถุฑ ุซุจูˆุชู‡ ูˆู„ุง ุนุฏู… ุซุจูˆุชู‡

โ€œJika suatu hadits yang menerangkan fadhilah atau keutamaan suatu amalan dari sisi jumlah atau pembatasan tertentu seperti shalat di waktu tertentu, membaca bacaan tertentu, atau ada tata cara tertentu, tidak boleh diamalkan jika haditsnya berasal dari hadits dhaโ€™if. Karena menetapkan tata cara yang khusus dalam ibadah haruslah ditetapkan dengan dalil.
Adapun mengenai doa masuk pasar yaitu haditsnya berbunyi, siapa yang masuk pasar lantas membaca laa ilaha illallah dan seterusnya, maka perlu dipahami bahwa secara umum berdzikir ketika masuk pasar itu disunnahkan. Karena kita diperintahkan berdzikir saat orang-orang itu lalai. Besarnya pahala yang disebutkan dalam hadits tersebut (hingga disebutkan sejuta, pen.) tidaklah menimbulkan problema ketika bacaan tersebut diamalkan, baik nantinya hadits tersebut dihukumi shahih ataukah tidak. โ€ (Majmuโ€™ Al-Fatawa, 18: 67)
Dalil umum yang memerintahkan kita banyak dzikir termasuk di pasar adalah hadits berikut.
Dari โ€˜Abdullah bin Busr, ia berkata,

ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุจููŠูŽู‘ุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู‰ูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู…ูŽู†ู’ ุทูŽุงู„ูŽ ุนูู…ูุฑูู‡ู ูˆูŽุญูŽุณูู†ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ยป. ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุขุฎูŽุฑู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ ุดูŽุฑูŽุงุฆูุนูŽ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุซูุฑูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ ููŽู…ูุฑู’ู†ูู‰ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุฃูŽุชูŽุดูŽุจูŽู‘ุซู ุจูู‡ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ู„ูุณูŽุงู†ููƒูŽ ุฑูŽุทู’ุจุงู‹ ู…ูู†ู’ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘

โ€œAda dua orang Arab (badui) mendatangi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, lantas salah satu dari mereka bertanya, โ€œWahai Rasulullah, manusia bagaimanakah yang baik?โ€ โ€œYang panjang umurnya dan baik amalannya,โ€ jawab beliau. Salah satunya lagi bertanya, โ€œWahai Rasulullah, sesungguhnya syariโ€™at Islam amat banyak. Perintahkanlah padaku suatu amalan yang bisa kubergantung padanya.โ€ โ€œHendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir pada Allah,โ€ jawab beliau. (HR. Ahmad 4: 188, sanad shahih kata Syaikh Syuโ€™aib Al-Arnauth). Hadits ini menunjukkan bahwa dzikir itu dilakukan setiap saat, bukan hanya di masjid, sampai di sekitar orang-orang yang lalai dari dzikir, kita pun diperintahkan untuk tetap berdzikir.
Abu โ€˜Ubaidah bin โ€˜Abdullah bin Masโ€™ud berkata, โ€œKetika hati seseorang terus berdzikir pada Allah maka ia seperti berada dalam shalat. Jika ia berada di pasar lalu ia menggerakkan kedua bibirnya untuk berdzikir, maka itu lebih baik.โ€ (Lihat Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2: 524)

Kesepuluh: Menutup celah dalam shaf shalat

Dari โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฏู‘ูŽ ููุฑู’ุฌูŽุฉู‹ ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ูููŠ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุฑูŽููŽุนูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู‹

โ€œBarang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.โ€ (HR. Al-Muhamili dalam Al-Amali, 2: 36. Disebutkan dalam Ash-Shahihah, no. 1892)

Kesebelas: Beriman pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam

Dari Fadhalah bin โ€˜Ubaid radhiyallahu โ€˜anhu, ia mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽู†ูŽุง ุฒูŽุนููŠู…ูŒ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽุนููŠู…ู ุงู„ู’ุญูŽู…ููŠู„ู ู„ูู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจููŠ ูˆูŽุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ูˆูŽู‡ูŽุงุฌูŽุฑูŽ ุจูุจูŽูŠู’ุชู ูููŠ ุฑูŽุจูŽุถู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุจูุจูŽูŠู’ุชู ูููŠ ูˆูŽุณูŽุทู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฒูŽุนููŠู…ูŒ ู„ูู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจููŠ ูˆูŽุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ูˆูŽุฌูŽุงู‡ูŽุฏูŽ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุจูŽูŠู’ุชู ูููŠ ุฑูŽุจูŽุถู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุจูุจูŽูŠู’ุชู ูููŠ ูˆูŽุณูŽุทู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุจูุจูŽูŠู’ุชู ูููŠ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰ ุบูุฑูŽูู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู…ูŽู†ู’ ููŽุนูŽู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏูŽุนู’ ู„ูู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุทู’ู„ูŽุจู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูู†ู’ ุงู„ุดู‘ูŽุฑู‘ู ู…ูŽู‡ู’ุฑูŽุจู‹ุง ูŠูŽู…ููˆุชู ุญูŽูŠู’ุซู ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู…ููˆุชูŽ

โ€œAku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tingggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, maka ia tidak membiarkan satu pun kebaikan, dan ia lari dari setiap keburukan, ia pun akan meninggal, di mana saja Allah kehendaki untuk meninggal.โ€ (HR. An-Nasaโ€™i, no. 3135. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Moga kita dimudahkan mendapatkan kaveling rumah atau istana di surga. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Referensi:

https://saaid.net/rasael/441.htm
โ€”
@ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 2 Jumadats Tsaniyah 1437 H
Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal

Leave a Comment

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.